Senam Tertawa Bisa Meningkatkan Cinta Bangsa Lho...
Minggu, 14 Juni 2009 | 07:37 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Rakyat Indonesia belum memiliki kecintaan yang kuat dengan bangsanya. Itulah yang membuat Indonesia, negara terkaya kedua dalam sumber daya alam, diincar oleh negara-negara asing. Itulah alasan mereka untuk berusaha memecah-belah bangsa melalui isu suku, agama, ras (SARA).
Demikian diungkap Presiden Gerakan Integrasi Nasional (NIM) Maya Safira Muchtar. NIM adalah sayap dari Yayasan Anand Asram yang menyelenggarakan Senam Tertawa di Halaman Monumen Nasional Jakarta, Minggu (14/6).
"Kebangsaan kita belum kuat. Maka kita harus perkuat nasionalisme kebangsaan kita," kata Maya yang ditemui di acara Senam Tertawa, dengan tema "Yuk, Beresin Diri Biar Bisa Urusin Negeri".
Menurut Maya, kegiatan ini merupakan bentuk pendidikan kewarganegaraan dan kebangsaan kepada masyarakat melalui pesta rakyat olah raga tertawa. "Pendidikan itu akan diselipkan dalam lagu-lagu berwawasan kebangsaan, kata-kata yang diselipkan oleh pembawa acara, dan drama kecil," ungkap Maya.
Salah satu isu yang diangkat, lanjutnya, soal ekonomi. Dewasa ini pasar tradisional terancam mati. Melalui acara ini mereka mengampanyekan untuk membeli produk lokal dengan belanja di pasar tradisional. Begitu pula, masih dari Maya, dengan isu agama. Mereka ingin menepis isu fanatisme agama, maka keluarlah lagu ini.
"Berbagai suku budaya, bermacam-macam agama. Berbeda tapi satu, Bhinneka Tunggal Ika. Ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha, marilah kita tertawa bersama-sama..hahaha..hahaha...hahaha...."
Hal tersebut, tambah Maya, adalah untuk meningkatkan kecintaan dan nasionalisme warga kepada bangsa Indonesia. Hal tersebut tecermin dalam lagu berikut yang menjadi pengakuan (afirmation) bagi para peserta pesta rakyat ketika menyanyikannya.
"Aku bertanggung jawab atas keadaan negeriku saat ini. Aku punya kemampuan untuk merubahnya dan aku bisa melakukannya karena aku cinta NKRI. Aku menyuarakan tekad persatuan dengan jelas. Aku melihat Indonesia jaya. Indonesia negara makmur dan sentosa. Karena indonesia adalah negara damai."
Tujuan dari semua kegiatan ini, menurut Maya, adalah hendak memupuk kebanggan sebagai orang Indonesia. Kebanggaan itu menimbulkan rasa cinta sehingga kita tidak mudah dihasut negara asing yang hendak menguasai kekayaan kita melalui pemecahan isu SARA.
"Ingat, kita adalah negara terkaya kedua di dunia," tegas Maya di tengah-tengah sekitar 3.000 orang yang hadir.
Source: Kompas
|